09 Mei 2013

Ragam Modus Penipuan Yang Sering Terjadi


Hati-hati…. Jaman sekarang Penipu ada dimana mana, anda dituntut untuk selalu waspada jangan mudah tergiur oleh sesuatu yang sifatnya belum anda kenal atau ketahui dengan pasti. Sekali saja anda melangkah salah…. selamanya rasa sesal akan selalu menghantui anda…..Berikut dibawah ini contoh dan macam-macam modus penipuan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari…. semoga bermanfaat…

Phising
adalah tindakan mencuri data diri / biodata anda, mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat anda hingga nomor KTP anda. Tujuan dari phising ini adalah untuk mengakses rekening bank anda, ataupun untuk menyampaikan pesan yang bersifat fitnah menggunakan jati diri korban.Phising biasanya selalu berdampingan dengan SPAM, dengan arti SPAMMER melancarkan serangan ke ribuan hingga jutaan calon korban melalui e-mail maupun telepon yang mengaku sebagai pegawai asuransi, petugas bank, dan berbagai pihak yang menurut korban berhak untuk meminta segala data diri anda.Beberapa contoh dari Phising ini antara lain Phising Facebook ID, Account Paypal, Liberty Reserve, Ebay.

Fake Job atau Lowongan Kerja Palsu
Modus Jenis penipuan ini, biasanya pelaku mengiklankan lowongan kerja di suratkabar dengan nama PT tertentu. Dalam iklan lowongan tersebut disertakan pula alamat serta posisi kerja yang dibutuhkan.
Misalnya :
PT Angin Kencang, bergerak dibidang jasa membutuhkan karyawan untuk menempati posisi admin/supervisor/team leader dsb.
Setelah pelamar datang untuk melakukan interview… pelamar dimintai untuk membayar sejumlah uang dengan alasan sebagai jaminan atau tanda keseriusan…..
Bayangkan saja misalnya satu orang dimintai 20.000 dikalikan 50 pelamar tiap harinya, PT abal-abal tersebut sudah menraup 1000.000 untuk satu hari.

Penipuan Via Telpon ( Telpon Palsu )


Anda ditelepon oleh polisi atau dari profider telepon yang anda gunakan. Mereka akan meminta anda untuk mematikan handphone anda untuk suatu alasan. Biasanya kalo polisi akan menggunakan alasan “untuk melacak jaringan telpon pengedar narkoba”, sedangkan kalau dari profider biasanya menggunakan alasan “ada error dalam sistem, apabila handphone masih diaktifkan maka dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada handphone”. Yang diincar dari para pelaku yaitu keluarga dan kerabat anda.

Pelaku akan menghubungi keluarga/kerabat anda, kemudian memberitahukan bahwa anda mengalami kecelakaan parah dan sedang ditangani di ICU, pelaku akan meminta sejumlah uang untuk ditransfer untuk biaya pengobatan. Keluarga akan semakin panik ketika tidak bisa menghubungi ponsel anda, sehungga aksi pelaku pun dapat berjalan dengan lancar.

SMS Palsu
Adanya sms yang terkirim ke Hp anda dengan mengatas namakan mama/papa/tante/kakak/adik, sms itu meminta anda untuk mentransfer pulsa ke nomor si pengirim yang tidak lain adalah orang yang sebenarnya tidak anda kenal.

Kiriman Paket dari Teman Di Luar Negeri
Teman kenalan lewat facebook diluarnegeri mengirimkan paket buat anda berupa barang-barang yang anda sukai, namun paket tersebut ditahan dibeacukai negara transit dari paket tersebut dan anda disuruh transfer sejumlah uang untuk memuluskan paket tersebut agar cepet sampai rumah anda. Kronologis lengkapnya


Penipuan Di Anjungan ATM
Pelaku memasang perangkap di ATM. Modusnya dengan memasang sejenis kawat atau plastik untuk menahan kartu ATM sehingga kartu yang kita masukkan akan tersangkut dan seolah-olah ATM kita tertelan, kemudian dipasang juga stiker nomor CALL CENTER PALSU di ATM tersebut.Biasanya para pelaku mencoba berpura-pura membantu korban, padahal ini adalah langkah mereka untuk mengarahkan korban untuk menghubungi nomor CALL CENTER PALSU tersebut, setelah pelaku menghubungi nomor CALL CENTER PALSU maka akan ditanyai PIN dan sebagainya. Padahal Pihak Bank tidak pernah menanyai PIN pengguna ATM.

Kupon Berhadiah
Penipuan jenis ini dilakukan dengan cara si penipu membuka kemasan produk dan memasukkan kupon palsu ke dalamnya kemudian penipu menaruh produk secara diam-diam di rak toko atau di area umum/perumahan. Sehingga saat konsumen membeli produk di toko itu akan menerima surat yang melampirkan kupon palsu. Bagi konsumen karena itu berada didalam kemasan tahunya kupon itu asli dan ia pasti akan mengikuti segala petunjuk yang ada dikupon.
Penemuan Amplop yang berisi Cek dan Surat-Surat Penting
Hati hati jika anda menemukan Cek atau surat-surat berharga di jalan!
Barang-barang tersebut berada di dalam amplop coklat yang tergeletak begitu saja di jalanan.
Penipu memang sengaja membuangnya, dalam amplop tersebut biasanya dicantumkan no telpon / hp yang bisa dihub. Nah, sipenemu amplop ni hampir dapat dipastikan akan menelepon nomer tsb. Lalu penipu dengan berlagak terkaget…. akan berucap ” Oh my God…!!! untung anda baik hati menemukan dan langsung menelepon saya, soalnya itu surat2 penting semua..”
Nah… untuk membalas kebaikan hati sang penemu, penipu menjanjikan hadiah berjuta juta buat si penemu, ujung-ujungnya si penemu digiring ke ATM, lalu didalam ATM sipenemu seolah dihipnotis, jadi bukan sipenemu yang dapet transfer duit dari penipu tapi malah sebaliknya sipenemulah yang mentransfer duitnya ke rekening penipu tersebut.

Penipuan dengan Struk ATM
Modusnya adalah Calon pelaku mengintai calon korban, toko emas “Pada Senang”, sejak lama. Dia pernah datang sebelumnya untuk melihat-lihat perhiasan emas di toko tersebut, namun, tidak pernah melakukan transaksi pembelian karena dia tidak menemukan ukuran gram emas yang dicari.

Beberapa hari kemudian, pelaku datang bersama seorang temannya untuk melakukan transaksi pembelian dengan menggunakan fasilitas Debit BCA atas gelang emas yang kebetulan ada dan ukurannya sesuai dengan yang dia cari. Pelaku memiliki kartu ATM Platinum, akan tetapi kartu tersebut gagal di-swipe oleh mesin debit BCA karena alasan “Swipe Card Error”.
Kemudian, pelaku menawarkan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan transfer via ATM. Setelah kurang lebih 30 menit pelaku kembali dengan membawa struk ATM yang lengkap memuat waktu transaksi, yaitu hari /tanggal/bulan/tahun, nomor rekening transfer, nama penerima transfer, serta jumlah uang yang sesuai dengan transaksi. Berdasarkan bukti transfer tersebut, kemudian pemilik toko menyerahkan gelang emas yang dibeli oleh pelaku.
Malam harinya pemilik toko coba mengecek saldo lewat ATM, dan angka pada saldo tidak bertambah. Ketika itu, pemilik toko merasa tidak curiga karena biasanya mutasi rekening atas transaksi di hari libur baru akan masuk keesokan harinya.
Pada esok harinya pemilik toko pergi menuju kantor BCA terdekat untuk mencetak buku nasabahnya sekaligus menanyakan mengapa transaksi sejumlah di atas belum termutasi. Setelah di-inquiry oleh pegawai bank, ternyata transaksi tersebut tidak pernah ada dan pihak bank menyimpulkan bahwa itu adalah transaksi fiktif.

Money Laundring via ATM
Modusnya dengan cara menukarkan uang palsu yang dimiliki pelaku dengan uang asli yang akan ditransfer korban.

Kronologisnya seperti ini, jika anda didalam ATM tiba-tiba Anda mendengar orang di sebelah Anda, yang juga sedang di depan ATM, berteriak “Wah..! Saya salah! mestinya mau transfer ini malah tarik tunai..!”
Anda akan lihat orang itu memegang segepok uang tunai. Setelah itu, dia akan menoleh ke Anda. “Bisa tolong saya? Uang tunai ini silahkan diambil. Tapi tolong saya ditransferkan sejumlah uang yang saya berikan ini ke rekening saya yahh..!” ketipulah anda… uang yang anda dapat dari pelaku itu adalah palsuu….
Investasi Fiktif
Modus penipuan ini dilakukan dengan cara menjanjikan keuntungan yang besar dalam berinvestasi dengan syarat menanamkan modal dahulu berupa uang tunai dan selanjutnya akan dikembalikan satu bulan kemudian plus keuntungan 30% dari modal yang telah di tanamkan.

Dukun Pengganda Emas
Biasanya pelaku mengaku sebagai paranormal kemudian memperdaya calon “pasiennya” dengan dalih mampu menggadakan sejumlah emas batangan dengan cara mengambil emas yang tersimpan dirumah korban melalui kekuatan gaib yang dimilikinya.

Pelaku mengatakan bahwa ada emas serupa didalam rumahnya. Namun untuk mengambilnya memerlukan ritual. Untuk kelancaran dan suksesnya ritual tersebut korban disuruh mengeluarkan sejumlah uang guna membeli sesajen, mahar dsb.
Orang yang melakukan penipuan bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Review : berbagai sumber
Tags : modus-modus penipuan, macam-macam jenis penipuan yang pernah ada, hati-hati dengan penipuan gaya baru, macam-macam penipuan, penipuan masa kini, modus baru penipuan, pelaku penipuan, korban penipuan, modus-modus penipuan

Modus-modus Fraud (Penyalahgunaan) ATM


ATM adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Bank kepada nasabahnya sebagai alternatif layanan Bank. ATM adalah salah satu bentuk e-banking sebagai alternatif nasabah untuk bertransaksi. ATM bersifat on-line real time dan sangat fleksibel serta aman. Seiring dengan perkembangan zaman, ATM merupakan suatu keharusan bagi Bank ditengah persaingan untuk memuaskan nasabahnya. Dibalik perkembangan ATM, berkembangan juga kecurangan dan penyalahgunaan ATM berserta kartu ATM. Beberapa contoh akan saya uraikan seperti di bawah ini.




Skimming
  • Cara ini dilakukan dengan memasang skimmer pada card reader mesin ATM yang bertujuan untuk membaca data dari Magnetic Stripe pada kartu ATM. Biasanya cara ini dikombinasikan dengan hidden camera yang dipasang untuk mengintip PIN (Personal Identification Number) yang seharusnya bersifat rahasia.
  • Skimmer biasanya diletakkan pada mesin ATM yang bersifat Offsite(lokasinya jauh dari kantor bank pemilik ATM)  dan dipasang pada saat malam hari untuk menghindari kecurigaan.
  • Data yang terbaca akan dikirimkan secara nirkabel atau disimpan pada Skimmer tersebut untuk kemudian dibaca oleh pelaku.
  • Saat semua data terkumpul, pelaku akan memindahkan data kartu tersebut ke kartu ATM aspal dan selanjutnya akan dipergunakan untuk bertransaksi.
  • Seiiring dengan peningkatan pengamanan pada mesin ATM, saat ini hampir semua mesin ATM sudah dilengkapi dengan Anti Skimmer, sehingga kemungkinan untuk pemasangan skimmer menjadi terbatas.




SMS Hadiah 
  • Sebenarnya modus ini tidak murni Fraud ATM, tetapi biasanya berhubungan dengan ATM.
  • Dalam menjalankan aksinya, pelaku akan mengirimkan SMS pemberitahuan kepada korban bahwa korban memenangkan hadiah undian tertentu berupa barang (mobil, sepeda motor, atau rumah), bisa juga berupa uang tunai dengan mengarahkan korban untuk menelpon nomor tertentu.
  • Jika korban telah masuk perangkap untuk menelpon, korban biasanya dituntun untuk melakukan registrasi SMS Banking atau Internet Banking, atau bisa juga jika korban terlalu lugu, akan diarahkan untuk melakukan transfer ke rekening yang telah disiapkan oleh pelaku.
  • Cara mengelabui dengan menuntun korban untuk registrasi di ATM ini sekarang mempunyai kemungkinan kecil untuk berhasil sebab hampir semua registrasi e-banking dan mobile banking mempunyai pengamanan yang berlapis. Jika hanya untuk transaksi non finasial (misalnya informasi saldo atau ubah password mobile banking/sms banking) cara ini masih bisa dipakai. Tetapi jika digunakan transaksi finacial (transfer, pembelian dan pembayaran), Bank penerbit kartu ATM biasanya mensyaratkan registrasi finansial kepada nasabahnya.

Jebakan dan Call Center Palsu

  • Sebenarnya cara ini tergolong kuno dan justru tidak canggih tetapi sangat efektif untuk meraih keuntungan bagi pelaku karena cara-cara yang telah diungkapkan diatas sangat kecil kemungkinan untuk berhasil pada saat akhir-akhir ini.
  • Pelaku biasanya beraksi secara berkelompok dan mengincar ATM yang berlokasi ditempat yang agak sepi atau ditempat ramai tetapi tanpa pengawasan yang memadai.
  • Pelaku biasanya memasang jebakan secara untung-untungan dan pada saat hari libur, dengan peralatan seadanya, biasanya berupa kartu ATM yang sudah dimodifikasi ditambah tali, perekat, gergaji besi tipis, dan stiker Call Center Palsu bank pemilik ATM.
  • Pelaku mula-mula membuat Card Reader ATM tidak berfungsi dengan cara memasukkan kartu ATM yang dlubangi dan diberi tali dilengkapi dengan perekat sehingga menghambat karet roller Card Reader ATM, tanpa menyebabkan mesin ATM Offline atau menunjukkan perubahan pada layar, sehingga pengguna ATM tidak sadar jika ATM tersebut sebenarnya sudah tidak berfungsi sama sekali.
  • Perekat pada kartu ATM yang sudah dimofikasi tersebut menghambat pergerakan kartu kearah reader atau kearah penampungan kartu jika tertelan. Kartu ATM korban yang terjebak akan tersangkut, dan berada tidak jauh dari bibir card reader.
  • Setelah memasang jebakan, pelaku biasanya juga memasang Call Center palsu di dekat Keypad atau Card Reader.
  • Beberapa saat kemudian, pelaku lain akan masuk dan menguji jebakan sekaligus untuk menguatkan perekat pada card reader ATM sambil berusaha merobek atau menutupi Call Center yang asli. Jika dirasa jebakan sudah siap pelaku akan keluar dan menunggu mangsa dari jarak jauh.
  • Saat ada korban yang mencoba menggunakan ATM tersebut, kartu yang dimasukkan ke card reader akan terjebak dan tersangkut tetapi tidak tertelan karena pada layar mesin ATM tidak menunjukkan perubahan apapun seperti layaknya jika bertransaksi di ATM yaitu pilihan bahasa, permintaan untuk memasukkan nomir PIN dan selanjutnya. Pada saat korban mulai panik atau tidak sabar akan datang pelaku ketiga yang berpura-pura akan menggunakan ATM tersebut dengan mengantri didekat ATM. Korban yang mulai panik dan kebingungan akan mulai mencari bantuan dan saat itulah pelaku akan berpura-pura menjadi penolong dan disertai sikap yang sok akrab akan menuntun dan mensugesti korban untuk segera melaporkan kartu ATM-nya yang tertelan (baca: tersangkut) ke Call Center palsu milik si pelaku. Karena panik dan bingung, korban biasanya akan mudah dituntun dan dan dijebak. Pelaku akan menyarankan korban untuk memblokir kartu ATMnya dengan syarat menyebutkan nomor PIN ATM tersebut (jika menghubungi Call Center asli biasanya akan dijawab oleh mesin penjawab/IVR, bukan oleh operator).
  • Saat PIN kartu ATM korban sudah ditangan pelaku, korban akan diarahkan untuk meninggalkan mesin ATM, biasanya diarahkan ke kantor Bank penerbit kartu ATM. Jika korban sudah meninggalkan ATM, pelaku akan masuk dan mengambil kartu ATM korban menggunakan besi tipis atau gergaji besi untuk mengait kartu ATM yang tersangkut. Dengan PIN ditangan dan kartu ATM-nya, maka pelaku akan segera pergi dari ATM tempat jebakan tersebut dipasang, karena secara teknis dan operasional mesin ATM tersebut sudah tidak bisa dipergunakan kembali sampai ada service dan maintenance dari petugas Bank pemilik ATM tersebut.
Tips-tips Penggunaan ATM yang Aman.
  1. Pastikan pada saat mendaftar dan mengajukan permohonan kartu ATM anda mendapat penjelasan dengan lengkap tentang hak, kewajiban dan fitur-fitur yang tersedia pada ATM tersebut. Mintalah penjelasan sedetail-detailnya dari Customer Service Bank, terutama Call Center Bank tersebut jika suatu saat kartu ATM kita bermasalah..
  2. Pada saat pengaktifan kartu ATM tersebut, pastikan PIN yang diberikan secara default sudah benar dan berfungsi dengan baik. Segera ganti PIN default tersebut dengan PIN baru sesuai dengan keinginan anda. Membuat PIN baru haruslah gampang diingat oleh kita, sekaligus tidak gampang ditebak jika suatu ketika kartu ATM tersebut hilang. Jangan gunakan angka yang berhubungan dengan sbb : Plat nomor kendaraan anda, tanggal lahir anda, nomor KTP, nomor SIM atau nomor telp.
  3. Anda bisa mulai bertransaksi dengan kartu ATM di mesin ATM, dan EDC yang tersedia di merchant-merchant untuk pembayaran non tunai.
  4. Jika anda bertransaksi di mesin ATM terutama yang ditempatkan secara offsite (jauh dari kantor Bank pemilik mesin ATM), perhatikan keadaan mesin ATM itu. Pertama, cocokkan Call Center Bank dengan yang tersedia di ATM. Biasanya nomor Call Center akan tercetak di belakang kartu ATM, jika berbeda lebih baik cari mesin ATM lain, karena bisa saja nomor call center itu palsu dan jebakan dari penjahat.
  5. Jika kartu ATM anda tertelan atau tidak keluar meski anda sudah selesai bertransaksi, atau gagal bertransaksi, jangan panik. Tetaplah berada didepan mesin ATM tersebut, dan segera hubungi call center resmi Bank pemilik ATM, untuk dilakukan pemblokiran kartu ATM yang tertelan atau tersangkut tersebut. Jangan menelpon nomor lain yang ditunjukkan oleh orang yang tidak anda kenal. Ciri-ciri nomor Call Center asli adalah biasanya terdiri dari 5 (lima) s/d 6 (enam) angka tanpa kode wilayah. Jika anda menemukan Call Center dengan nomor HP (GSM atau CDMA) berarti bisa dipastikan palsu. Ciri-ciri lain Call Center resmi, pada saat kita menelpon akan disapa/disambut oleh suara mesin penjawab (IVR) bukan suara operator. Akan tersedia pilihan menu selanjutnya. Jika anda melaporkan kartu anda terblokir, yang ditanyakan pertama kali adalah nama, tanggal lahir, dan nama gadis ibu kandung pemegang kartu, bukan PIN anda! Ingat Call Center resmi tidak pernah menanyakan PIN anda.

 Itulah beberapa hal yang bisa saya bagi kepada Anda. Jika ada hal yang kurang atau salah mohon dikoreksi agar informasi ini semakin sempurna dan berguna bagi pengunjung blog ini. 

dari berbagai sumber